Archicare


6 November 2010

Desa Babakan, Kec. Tenjo, Kab. Bogor, Kampung Dungus Biuk (Kegiatan mahasiswa Departemen Arsitektur )

ARCHICARE

Terlewati sudah hari nan indah bersama teman-teman. Canda, tawa, riang gembira mewarnai hari itu… Sabtu di Desa Babakan, Kampung Dungus Biuk.

Yayasan Satu Benih, itulah nama tempat yang kami kunjungi. Sebuah yayasan yang menampung anak-anak kurang mampu dari berbagai daerah, terutama daerah asal tersebut. Sungguh mengharukan, mendengar kisah para pendirinya untuk membangun berbagai fasilitas di kawasan tersebut dengan penuh perjuangan. Salah satunya yaitu Om dari teman kami dari jurusan interior, yang dipanggil dengan sebutan Om Didi.

Dalam sambutannya ia mengungkapkan berbagai kata-kata yang penuh semangat. Ia mengungkapkan “…dalam buku Dan Brown disebutkan terdapat ilmu neurotik, dimana saat sekumpulan orang berpikir keras, berupaya untuk mewujudkan cita-citanya yang sama, maka itu pun akan terwujud”. Ia menambahkan “…meniru film Knowing, saat anak-anak menuliskan mimpi mereka, maka 50 tahun yang akan datang hampir sebagian besar cita-cita mereka akan terwujudkan.” It’s very good!

Kegiatan yang dilakukan oleh kami yaitu membekali adik-adik disana untuk berkarya agar dapat mengembangkan kreativitas mereka. Bentuk kegiatanya dibagi sesuai dengan usia mereka. Murid kelas satu hingga kelas tiga SD mewarnai gambar, murid kelas empat dan lima SD membuat kolase, sedangkan murid kelas enam SD dan murid SMP membuat model rumah sehat. Pihak dari Sosma Arsitektur sudah menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan, sehingga mereka dapat langsung berkarya sesuai keinginan mereka. Terpikirkan, betapa aktivitas positif ini sangat bermanfaat bagi kami untuk berbagi pengetahuan yang sudah kami pelajari di kampus tercinta FTUI.

Oh ya, satu hal terlupakan, saat kami tiba sekitar pukul satu siang, sudah nampak adik-adik Yayasan Satu Benih berkumpul pada salah satu sudut di yayasan tersebut dengan beralaskan tikar. Sungguh merupakan tempat yang indah, dikelilingi pepohonan, suasana alam, jauh dari hiruk pikuk kota, karena memang tempat itu merupakan daerah terluar kabupaten Bogor…

Kami langsung disuguhi makan siang, uniknya alas untuk kami makan  merupakan daun pisang, bersama-sama pula, waah betapa serunya. Mungkin karena terbiasa makan sendiri-sendiri, di alas daun pisang tersebut tetap saja kami memisahkan jatah makan kami masing-masing, bukannya malah digabungkan :p. Yang lebih seru lagi, ternyata adik-adik disana sudah menunggu kedatangan kami sejak jam makan siang dimulai, yaitu sekitar pukul 12.00, sedangkan kami baru tiba menjelang pukul satu siang. Akhirnya begitu makan siang dihidangkan, baik kami yang sudah cukup lapar karena perjalanan yang cukup lama maupun mereka pun sama-sama menyantap makanan dengan lahap…

Tak terasa, sore pun tiba. Saatnya bagi kami tuk berpisah, berpamitan dengan keluarga besar Yayasan Satu Benih. Dengan kendaraan bis kuning, kami telusuri jalan menuju Depok, melewati alam nan indah di bumi Bogor… menelusuri kemacetan dan…  beruntung, kami tiba di kampus dengan selamat.

Advertisements

2 thoughts on “Archicare

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s