Cerita 2 Kuliah: Organisasi Yes, Akademik Ok?


Beruntunglah menjadi mahasiswa. Kita dapat mempelajari berbagai hal yang diinginkan. Kita dapat berteman dengan siapapun yang kita mau. Pelajaran yang dipelajari pun luar biasa, sudah spesifik pada peminatan kita. Pengajarnya pun hebat- hebat. Sebagian besar mereka sudah “tholabal ‘Ilmi” hingga ke luar negeri. Beberapa dari mereka bahkan sudah meraih gelar “profesor” yang merupakan pakar di bidangnya. Wow! Betapa beruntung diri kita.

Lalu bagaimanakah ungkapan rasa syukur kita? So pasti… Berprestasi. No excuse! Seolah ini merupakan syarat mutlak dalam menjalani perkuliahan. Namun prestasi seperti apakah yang ingin kita torehkan? Dalam konteks ini penulis ingin menekankan dualisme antara “akademik dan organisasi” yang merupakan bagian dari dunia mahasiswa Indonesia.

Pada dasarnya pemahaman ini biasanya dimiliki oleh rekan-rekan organisatoris di kampus. Mereka berpandangan bahwa organisasi merupakan bagian dari prestasi. Oleh karena itu mereka pun berpandangan baik akademik maupun organisasi keduanya sama-sama penting.

Nilai akademik merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan dalam perkuliahan. Itu menunjukan kesungguhan diri dalam menjalani perkuliahan. Itu juga diperlukan bagi mereka yang berminat mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri. Sedangkan organisasi diperlukan untuk dapat mempelajari berbagai hal dalam kehidupan. Mulai dari cara bersosialisasi, menjalin hubungan dengan orang lain, hingga belajar berpikir kritis. Apalagi mahasiswa sebagai “Agent of Change” senantiasa membutuhkan wadah untuk berkumpul bersama. Oleh karena itu peran organisasi pun tak kalah penting.

Yang menjadi permasalahan ialah bagaimana dapat menjalani keduanya agar dapat berjalan seiringan? Proses ini tidaklah mudah. Seringkali terjadi benturan, kuliah dulu atau organisasi. Disinilah letak tantangannya.

Bila sudah menghadapi situasi ini ada dua hal yang menurut penulis dapat dilakukan. Yang pertama ingatlah akan tujuan pertama kita kuliah. Setiap orang pasti memiliki motivasi tersendiri. Bila sudah mengetahui akan hal ini maka kita pun dapat menentukan skala prioritas. Hal apakah yang meski diutamakan saat menghadapi dua situasi ini. Pikirkanlah matang-matang setiap langkah dalam perkuliahan kita karena kuliah empat tahun amatlah singkat.

Yang kedua ialah konsultasilah pada teman curhat anda. Ia dapat berupa guru, dosen, orangtua ataupun teman dekat kita sendiri. Utarakan apa yang menjadi permasalahan kita dan mintalah saran akan hal itu. Mudah-mudahan itu dapat menjadi solusi dari permasalahan yang kita hadapi.

Untuk berikutnya pertimbangkanlah dengan matang setiap ajakan organisasi. Karena sesungguhnya bukankah kita sudah menetapkan sedari awal tujuan kita kuliah? Ingatlah akan hal itu. Yupz, mudah-mudahan bermanfaat.

Ditulis dalam perjalanan menuju UGM dalam rangka menghadiri acara Forum Komunikasi Mahasiswa Arsitektur dan Planologi se-Indonesia pada tanggal 10-11 September 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s