Cerita 3 Kuliah: Menjaga Semangat untuk [Bisa] Kuliah


Image

Masa-masa menjelang kelulusan merupakan momentum bagi teman-teman di bangku akhir sekolah. Masa-masa ini merupakan masa bagi kalian untuk menentukan langkah selanjutnya. Sebagian besar teman-teman memilih untuk melanjutkan kuliah. Sebagian lagi memilih yang lain. Bila kalian sudah menentukan untuk melanjutkan kuliah maka hal ini menurut saya sudah merupakan langkah yang baik.

Bagaimanapun tak dapat dipungkiri pada masa-masa ini kalian akan menemukan hambatan-hambatan. Terkadang kalian pun bisa mengalami penurunan semangat =p. Namun yang terpenting bukan bagaimana kita terjatuh, bagaimana agar kembali bangkit untuk tetap melangkah ke depan. Tulisan ini saya tujukan bagi sobat muda sekalian yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan kuliah namun merasa memiliki hambatan-hambatan. Semangatlah kawan, berikut ini merupakan poin-poin yang menurut saya penting untuk diperhatikan:

1.   Goal

Tetapkanlah tujuan (goal) kalian dengan pasti untuk apa melanjutkan kuliah. Sebagai ilustrasi bila saat kita ingin pergi ke suatu tempat dengan menggunakan taksi, pasti sang supir akan bertanya hendak kemana kita pergi. Coba bayangkan apa yang akan terjadi bila kita hanya berkata, “kemana saja, pak!” Pasti sang supir akan terheran-heran kepada kita, “Ingin pergi tapi kok tidak memiliki tujuan?” Yang ada malah kita tidak jadi pergi kemana-mana. Oleh karena itu, tetapkanlah tujuan kalian.

Sebagai tambahan, tujuan yang kalian buat dapat berasal dari latar belakang apapun selama hidup kalian. Misalkan bila kalian menyukai aktivitas mekanik kalian dapat memilih jurusan Teknik Mesin di kampus favorit pilihan kalian. Dengan memaknai kembali tujuan dari kuliah harapannya mudah-mudahan kalian lebih bersemangat mengupayakan kuliah tersebut.

2.   Be a Good Listener

Dalam proses perjalanannya kalian akan bertemu dengan banyak orang. Orang-orang ini akan mempertanyakan rencana kuliah kalian. Mereka dapat berupa orang tua, teman, saudara, guru, yang boleh jadi merupakan orang-orang terdekat kalian. Tak dapat dipungkiri mereka pada akhirnya akan memberi masukan kepada kalian. Masukan itu dapat berupa hal positif, bisa juga sebaliknya. Oleh karena itu poin penting yang ingin saya sampaikan disini ialah jadilah pendengar yang baik. Dengan menjadi pendengar yang baik berarti kita menghormati orang lain untuk berbicara pada kita.

Terima hal-hal yang positif saja yang berguna bagi kalian. Terkadang orang lain hanya bisa berkomentar. Apalagi bila komentar itu justru malah melemahkan diri kita, amat disayangkan. Bahkan komentar itu dapat datang dari orang-orang terdekatpun, baik teman, saudara. Oleh karena itu kritisi informasi yang datang kepada kalian. Ambil informasi yang penting-penting saja dan mendukung cita-cita kalian.

3. Mentor

Dalam bukunya ‘Bertransformasi dalam Tujuh Hari’ Shimada Minoru menjelaskan bahwa mentor adalah seseorang yang ingin kita jadikan role model dan kita ingin bisa belajar banyak darinya.

Sobat muda sekalian, bila kalian ingin mengungkapkan cita-cita kalian namun tidak tahu harus kemana maka langkah ini mudah-mudahan bisa menjadi solusi. Temuilah seseorang yang kalian rasa dapat memberi arahan pada kalian. Orang-orang ini sebetulnya bukan berarti pahlawan super yang sangat sulit untuk ditemui. Mereka sebetulnya berada di sekitar kita. Tinggal kalian yang menentukan jadwal kapan bisa meluangkan waktu untuk bertemu mereka bila merasa butuh, maka mereka pun akan bersedia meluangkan waktu. Ajak mereka bicara. Utarakan permasalahan yang kalian sedang hadapi. Minta nasihat dari mereka untuk ke depannya. Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi penyemangat kalian disaat sedang surut.

Satu hal lagi, orang-orang ini bisa jadi senior / kakak kelas kalian yang sudah berhasil, bahkan guru di sekolah kalian, atau bila tidak ada jaringan orang-orang berhasil di lingkungan kita carilah mereka di luar. Bila kalian berani kalian bisa langsung datang ke tempat mereka berada, misal temui kakak kelas di kampus yang sudah berhasil menembus kampus idaman kalian.

4. Productive People

Cari lingkungan produktif. Disana kalian akan menemukan orang-orang yang semangat. Saran saya, ini merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi. Bila kalian saat ini merasa kurang nyaman dengan kondisi lingkungan kalian maka carilah lingkungan produktif yang dapat mendukung kesuksesan kalian. Lingkungan ini dapat berupa kelompok belajar, dapat juga  kelompok pembinaan di bawah seorang mentor untuk saling menguatkan semangat. Bagi kalian yang beruntung bisa mengikuti bimbel/les privat lingkungan ini juga bisa kalian manfaatkan. Namun bagi kalian yang memilih untuk belajar mandiri tetaplah bersemangat. Bukan berarti tidak mengikuti bimbel/les privat akan mengurangi kemampuan kalian dalam menjawab soal-soal.

5. Praying

Dari pengalaman yang pernah saya alami masa-masa ini merupakan masa-masa yang sering membuat hati saya ketar-ketir. Apakah pilihan saya sudah cocok? Bagaimanakah saya menempuhnya? Bukankah ujian SBMPTN itu hanya untuk kalangan konglomerat? Hehe. Hal-hal demikian bisa saja melanda pikiran kita. Bagi saya dengan berdoa kita dapat memohon petunjuk kepada Yang Maha Kuasa terhadap berbagai permasalahan yang kita hadapi. Dengan berdoa kita pun dapat merasa lebih mantap dalam melangkah untuk meraih cita-cita yang kita inginkan.

Demikian tips-tips bagi sobat sekalian untuk menjaga semangat  melanjutkan pendidikan. Mudah-mudahan bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s